Mekanisasi Pertanian untuk Efisiensi Pengelolaan Padi di Komunitas Tani Sari Karya

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang cukup luas sehingga sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Industri pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Di Pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Jembrana terdapat kelompok tani yang bernama kelompok Tani Sari Karya. Kelompok Tani Sari Karya berdiri berdasarkan kepentingan bersama dalam mengelola lahan pertanian berupa sawah di Banjar Kaliakah, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Kelompok ini berjumlah 7 orang dengan luas lahan pertanian kurang lebih sekitar 10 Hektar. Semua anggota kelompok tani bermata pencaharian sebagai petani pangan maupun sayuran. Area pertanian ini memiliki akses transportasi yang baik sehingga mobilitas pertanian dapat berjalan lancar.

Peralihan minat kerja masyarakat Bali menimbulkan beberapa tantangan seperti:

  1. Menurunnya luas lahan pertanian produktif di Bali dampak dari peralihan lahan
  2. Menurunnya minat generasi muda yang terjun dalam dunia pertanian sehingga akan berdampak terhadap ketahanan pangan
  3. Menurunnya daya dukung lingkungan akibat penurunan debit air permukaan, serta dampak lainnya

Usaha dibidang pertanian membutuhkan modal yang besar dengan hasil yang tidak menentu. Jika tanaman tumbuh dengan baik dan mendapatkan harga jual yang pantas maka petani akan mampu menutupi modal yang dikeluarkan. Namun jika tanaman tidak tumbuh dengan baik maka petani akan merugi dan tidak menutupi biaya modal seperti biaya sewa lahan, biaya pembibitan, penanaman, dan perawatan. Kegagalan panen menyebabkan krisis pangan seperti saat ini terjadi kenaikan harga beras (Saputri, 2024). Untuk meminimalisir kegagalan panen para petani harus pandai dalam pengolahan media tanam. Namun dalam pengolahan media tanam perlu menggunakan alat-alat pernatian yang lebih modern untuk mempermudan pekerjaan petani dan meningkatkan hasil panen. Harga alat-alat pertanian tersebut dirasa cukup mahal sehingga susah dimiliki oleh para petani.

Untuk itu tim pengabdian masyarakat memberikan solusi berupa bantuan mesin traktor cakar baja untuk memudahkan petani dalam pengolahan media tanam. Dengan menggunakan traktor cakar baja akan memudahkan proses penggemburan tanah dan pencampuran tanah dengan media tanam lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tanah yang gembur dan subur akan memudahkan tanaman untuk tumbuh dan mendapatkan nutrisi yang memadai. Penggunaan traktor cakar baja akan lebih memudahkan proses kerja petani dan meminimalkan biaya sewa traktor yang harus dikeluarkan untuk pengolahan tanah

Selai itu, tim pengabdian masyarakat juga memberikan solusi berupa bantuan alat ukur suhu, PH tanah dan alat ukur kelembapan tanah. Alat ini akan memberikan data suhu, tingkat PH dan kelembapan tanah sehingga petani dapat mengetahui kondisi tanahnya sebelum dilakukan penanaman. Tingkat PH tanah dan kelembapan tanah yang tidak tepat beresiko besar menyebakan kerusakan sampai kegagalan pada tanaman. Dengan alat ini diharapkann akan meminimalisir tingkat kegagalan pertumbuhan tanama yang khususnya dipengaruhi oleh PH tanah dan kelembapan tanah.

Metode penelitian pada yang dilakukan dengan melaksanakan survei, kemudian identifikasi masalah, melakukan pengklasifikasian permasalahan dan membuat skala prioritas permasalahan berdasarkan waktu, perancangan sistem integrasi, implementasi, dan pelatihan.

Ketua: Nyoman Bogi Aditya Karna (NIP: 11730049)
Anggota Tim 1: Arif Indra Irawan (NIP: 20890022)
Anggota Mahasiswa:
I Wayan Risko Surya Cita (nim: 1101202271)
I Nyoman Ganeshan Ananda Putra (nim: 1101202413)
I Kadek Andika Herlantika (nim: 1101200096)

Kolaborasi Dalam Negeri = Universitas Primakara
Made Adi Paramatha Putra

Mekanisasi Pertanian untuk Efisiensi Pengelolaan Padi di Komunitas Tani Sari Karya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *